Sunday, February 12, 2012

Tahap Pekerjaan Pembuatan Bangunan

Tahap pekerjaan pembuatan bangunan adalah:
1. Tahap Studi pendahuluan (Reconaissance Study)
Studi pendahuluan adalah suatu kegiatan peninjauan keadaan daerah (lokasi) dimana bangunan itu akan didirikan.
Tujuan tahan ini adalah untuk mengumpulkan data tentan luas lokasi, keadaan tanah/lingkungan, transportasi, sumber air/listrik, kependudukan serta data lainnya yang diperlukan yang ada kaitannya dengan kegunaan bangunan yang direncanakan. Data kemudian di analisa, bila ternyata hasilnya mendukung keberadaanya bangunan tersebut pada saat pembuatan terutama saat operasional maka data ini dijadikan sebagai bahan kajian untuk kegiatan pembangunan.


2.Tahap Studi Kelayakan (Feasibillity Study)
Pada tahap ini dilakukan suatu studi penelaahan terhadap semua data hasil tahap studi pendahuluan tentang keutungan ekonomis dan keutungan sosial, untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang keutungan ekonomis dan sosial, pada tahap ini akan disinggung masalah yang menyangkut aspek struktur dan arsitektur bangunan tersebut.
Hasil tahapan studi kelayakan menjadi dasar dalam penetapan atau penolakan realisasi suatu proyek.
Tahap studi pendahuluan dan tahap studi kelayakan dalam hal-hal tertentu digabung menjadi satu tahap kegiatan yang disebut Tahap proliminari  atau Tahap Persiapan (Permulaan).

3. Tahap Perencanaan (Design)
Tahap perencanaan merupakan tindak lanjut dari penetapan suatu proyek berdasarkan hasil studi kelayakan.
Dalam tahap ini dilakukan perencanaan (design), yang meliputi berbagai hal mulai dari anggaran biaya sampai penyediaan dokumen untuk keperluan pelelangan dan kontrak.



4. Tahap Pembangunan Fisik (Actual Construction)
Tahap pembangunan fisik adalah tahapan yang bertujuan untuk mewujudkan fisik bangunan dilapangan sesuai dengan hasil tahapan perencanaan untuk sampai pada tahap ini biasanya harus melalui suatu proses pelelangan atau proses penunjukkan.






4. Tahap Eksploitasi dan Pemeliharaan/Perbaikan
Tahap ini sebenarnya tidak lagi merupakan kegiatan pembuatan suatu bangunan/proyek, tapi merupakan kelanjutan dari tahap-tahap sebelumnya.
Tahap Eksploitasi dan pemeliharaan dimulai setelah bangunan terealisasi dan berfungsi sampai batas umur bangunan tersebut.
Dalam tahap ini bangunan tersebut akan dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dipelihara/diperbaiki sesuai fungsi dan keperluannya, dan dimanfaatkan sesuai tujuan pembangunan.

Saturday, February 11, 2012

Gambar Perencanaan Bangunan

Merencanakan atau membuat suatu bangunan dibutuhkan beberapa jenis gambar teknik yang saling berkaitan dan saling melengkapi, yaitu : 

1. Gambar Sketsa

  • Gambar sketsa adalah hasil pemikiran pertama berdasarkan data informasi yang diterima dalam perencanaan suatu bangunan.
  • Gambar sketsa merupakan gambar yang jelas tentang denah pembagian ruangan, bentuk bangunan (biasanya gambar perspektif), serta kemungkinan pelaksanaannya.
2. Gambar Pra-Rencana

  • Gambar ini terdiri dari gambar sketsa dilengkapi dengan beberapa gambar tampak dan potongan yang dianggap penting.
  • Gambar pra-rencana biasanya dilengkapi dengan anggaran biaya taksiran yang dihitung berdasarkan per m3 luas lantai atau setiap m3 isi ruangan.
  • Gambar pra-rencana biasa digunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya antara perencana dengan pemberi tugas.
3. Gambar Situasi

  • Gambar situasi adalah suatu gambar teknik yang melukiskan letak atau posisi bangunan pada arah daerah yang akan dibangun, lengkap memperlihatkan rencana halaman, pagar, jalan masuk dan saluran pembuangan air serta sempadan.
  • Gambar situasi biasanya digambar dalam skala 1:200 atau 1:500
4. Gambar Denah

  • Gambar denah adalah gambar suatu yang melukiskan tampak atas dari suatu bangunan setelah dipotong setinggi ±1m dari permukaan lantai.
  • Dari gambar denah akan terlihat bentuk, batas, ukuran serta perlengkapan ruangan yang sifatnya permanen dan ada didalam bangunan tersebut.
  • Karena dipotong ±1m dari permukaan lantai, maka lebar pintu/jendela akan terlihat dengan jelas, sedangkan bouvenlight dan bentuk atap tergambar dengan garis strip-strip.
  • Pada gambar denah dicantumkan/diperlihatkan daerah pemotongan sebagai pedoman pembuatan gambar potongan.
5. Gambar Potongan

  • Gambar potongan adalah gambar yang bertujuan memperlihatkan keadaan serta bentuk konstruksi dari suatu bangunan sekaligus memperjelas ukurannya, mulai dari lantai, dasar pondasi, posisi serta elevasi pintu/jendela, ketinggian balok keliling, ketinggian bubungan atap dan lain-lain.
  • Gambar potongan terdiri dari gambar potongan memanjang dan gambar potongan melintang.
  • Penentuan gambar potongan diambil pada bagian yang membutuhkan kejelasan suatu konstruksi bangunan.
  • Skala yang digunakan untuk menggambar gambar potongan adalah 1:100
6. Gambar Tampak

  • Gambar tampak adalah suatu gambar teknik yang memperlihatkan bagaimana bentuk luas suatu bangunan, penggambarannya menggunakan/mengikuti sistem proyeksi ortogonal, dimana satu bidang proyeksi hanya akan memperlihatkan satu sisi bangunan tersebut.
  • Suatu gambar denah terdiri dari 4 gambar tampak yaitu: tampak muka, tampak samping kanan, tampak samping kiri dan tampak belakang.
  • Gambar tampak tidak perlu dilengkapi dengan ukuran baik lebar, panjang maupun tinggi bangunan, tetapi harus digambar dengan semenarik mungkin lengkap dengan dekorasi sesuai dengan perencanaannya.
  • Gambar tampak disebut juga gambar arsitektur, dan digambarkan dengan skala 1:100.
7. Gambar Struktur

  • Gambar struktur adalah suatu gambar teknik berupa gambar rangka suatu konstruksi, seperti rangka beton, atap dan sebagainya.
  • Tujuan gambar struktur, untuk memperjelas bentuk dan letak konstruksi yang sudah diperlihatkan pada gambar potongan, yang bisa membantu perencana dalam menghitung anggaran biaya bangunan dan membantu pelaksana dalam mewujudkan fisik bangunan dilapangan.
  • Gambar struktur harus dilengkapi dengan informasi berupa nama serta ukuran yang lengkap dari konstruksi yang bersangkutan.
8. Gambar Penjelasan
  • Gambar ini menjelaskan bagian-bagian (detail) yang penting dan sulit dari suatu konstruksi (Misal: konstruksi kusen/pintu/jendela/kuda-kuda) atau bagian-bagian konstruksi yang bersifat arsitektonis.
  • Gambar penjelasan harus dilengkapi dengan ukuran dan nama sehingga pelaksana dilapangan tidak menemukan kesulitan dalam mewujudkannya.
  • Gambar penjelasan biasanya digambar dengan skala 1:5 sampai 1:20 atau sesuai dengan kebutuhan.

Untuk postingan kali ini cukup sekian. . . semoga bermanfaat. .