Sunday, June 24, 2012

Merencanakan Sebuah Tangga

Dari suatu penelitian, terbukti bahwa untuk menaiki suatu tangga dibutuhkan tenaga "2x Lipat" daripada berjalan ditempat datar. Oleh karena itu kemiringan tangga disyaratkan maksimum 35°-40°.

Untuk menentukan anak tangga (trade) terdapat hubungan antara Optrade dengan Aantrade, yaitu menggunakan suatu ketentuan sebagai berikut:


Keterangan:
A = Langkah datar maju (Aantrade)
O = Langkah naik (Optrade)
57-65 = Panjang langkah rata-rata orang dewasa berjalan ditempat datar






"Jika banyaknya Optrade = n buah, maka banyaknya Aantrade = n-1 buah"


Ukuran Optrade berkisar antara 15-20 cm, lebar tangga diambil dari ketentuan sebagai berikut:




Untuk merencanakan suatu tangga diperlukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Mengetahui luas ruangan yang tersedia untuk tangga.
  2. Mengetahui beda tinggi lantai bawah dan lantai diatasnya.
  3. Banyaknya anak tangga maksimum 20 dan jika lebih perlu dibuat bordes (lebar bordes 80-150 cm).
  4. Hasil pembagian anak tangga merupakan bilangan yang bulat

Contoh Perhitungan
Soal:
Suatu ruangan dengan eleasi lt.1 ±0.00 dan lantai atas +3.60, rencanakan suatu tangga untuk menghubungkannya. . . !

Diketahui:
Beda tinggi lantai bawah dan atas = 360 cm
Optrade direncanakan = 18 cm

Penyelesaian:
~ Banyaknya Optrade (n) = 360/18 = 20 buah
~ Banyaknya Aantrade = n-1 = 20-1 = 19 buah
~ Rumus=[A + 2 O = 57-65cm]
A + 2 O = 60 (diambil 60cm langkah orang dewasa)
A + 2 x 18 = 60
A + 36 = 60
A = 60 - 36
A = 24 cm

Ruang untuk tangga = 18 x 24 = 432 cm
Jika awal masuk tangga direncanakan = 60 cm
Akhir tangga direncanakan = 60 cm
Maka:
Alternatif ke-1 (Apabila luas tangga ini cukup untuk luas ruangan yang tersedia)


Alternatif ke-2 (Apabila luas tangga ini tidak cukup untuk luas ruangan yang tersedia)

Jika luar ruangan yang tersedia tidak mencukupi, maka digunakan bordes dengan arah lengan berlawanan arah.

~Banyak Optrade = 1/2 . 20 = 10 buah
~Banyak Aantrade = 10 - 1 = 9 buah
~Panjang Trade = 9 x 24 = 216 cm


Cukup sekian untuk postingan kali ini. . .
Semoga bermanfa'at. . . ^_^

Sunday, May 6, 2012

Rumah Modern Type 36

Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang desain rumah type 36 di atas, sebenarnya desain yang di atas itu adalah salahsatu desain rumah yang saya tampilkan saat Expo Fair Job di SMK NEGERI 2 GARUT, karena masih ada hubungannya dengan desain rumah, jadi saya share aja di blog saya ini sebagai bahan bacaan sekaligus menjadi sedikit referensi untuk desain rumah yang anda impi-impikan. :D
O.K. . . Langsung saja ya. . .


Rumah ini dibangun di atas tanah berukuran 70 m2, yang termasuk lahan yang cukup luas untuk dibangun rumah type 36 m2. Karena dengan begitu perbandingan antara KDB (Koefisien Dasar Bangunan) dan KDH (Koefisien Dasar Hijau) akan proporsional, artinya masih tersedian daerah resapan air hujan.

Tata ruang rumah ini terdiri dari ruang serbaguna, 2 ruang tidur, dapur, kamar mandi, dan carport. Ruang serbaguna berukuran 3m X 4m berfungsi sebagai ruang tamu, ruang keluarga atau ruang lainnya. Ruang tidur utama berukuran 3m X 2,5m terletak di sisi kiri dari ruang serbaguna, sedangkan ruang tidur anak berukuran 2,5m X 2,5 m terletak dibagian belakang ruang serbaguna. Dapur berukuran 2m X 1,5m, sedangkan kamar mandi berukuran 1,5m X 1,5m. Dapur dan kamar mandi termasuk area servis sehingga diletakkan di bagian belakang rumah. Carport berukuran 4m X 3m tersedia dibagian kiri depan rumah.
Bangunan modern ini tampil dengan gaya minimalis. Penyelesaian pada dinding bangunan menggunakan cat warna putih dan oranye. Kolom-kolom di teras depan diberi motif garis-garis horisontal berwarna abu-abu agar berkesan lebar. Begitu juga dengan ornamen horisontal mirip jalusi di bagian atas kolom menambah kesan lebar pada tampak bangunan.
Jendela pada ruang tidur bagian depan diapit oleh dua dinding vertikal hingga ke bagian bawah carport. Dinding tersebut dicat oranye sehingga mempertegas keberadaan jendela. Kusen jendela dan pintu menggunakan alumunium yang praktis dan ringan. Agar penghuni merasa nyaman, disediakan lubang angin berbentuk persegi yang hadir ditiap ruangan sebagai ventilasi udara.
Mungkin cukup sekian untuk postingan kali ini. . .
Semoga bisa menjadi inspirasi untuk desain hunian rumah anda.

Terinspirasi dari buku "Desain Rumah di lahan 60-100m2"
"Rumah Type 36 dengan aplikasi jalusi berkesan lebar"
"Rumah Type 36 dengan hiasan batu alam "


Tuesday, March 27, 2012

Desain Rumah Tropis Minimalis



Pada postingan kali ini saya akan sedikit men-share salah satu desain rumah buatan saya, boleh kan? hehe. itung-itung sedikit memperlihatkan sejauh mana kemampuan saya dalam mendesain sebuah bangunan/rumah (tapi bukan berarti saya sombong) haha. . .

Tanpa basa-basi lagi (ntar keburu basi) mari kita lihat saja bagaimana desainnya. . . 
cekidot. . . !!

Gambar yang pertama ini adalah gambar denah lantai satu, pada lantai satu bangunan ini terdiri dari :
  • 2 Kamar Tidur (1 kamar utama dan 1 kamar pembantu
  • Dapur
  • Ruang Makan
  • Ruang Tamu
  • 2 Kamar Mandi
  • Gudang, dan
  • Garasi
Selanjutnya yaitu denah lantai dua ini dia. . .


Pada lantai dua rumah ini tedapat ruangan :
  • 3 Ruang Tidur
  • 1 Kamar Mandi
  • Ruang keluarga, dan
  • Tempat jemuran pada bagian belakangnya
Untuk tapilan perspektif nya anda bisa lihat dibawah ini. .




Nah itu dia tampilan perspektif dari rumah ini. . .
Rumah ini aku beri nama Rumah Tropis Minimalis, mengapa demikian ?
Saya juga tidak tahu lah. . . jadi jangan nanya ke saya dong. . .haha.
becanda sobat.

Aku kasih nama 
Rumah Tropis Minimalis karena terlihat dari tumbuhan palm yang terdapat pada taman depan rumah ini, menandakan rumah ini didirikan di kawasan tropis, juga terlihat dari penggunaan material pada genting yang memperlihatkan kesan tropisnya.

Lalu kenapa disebut minimalis juga gan ??
Kesan minimalis juga terpancarkan dari paduan garis horizontal dan vertikal pada bagian depan rumah (terlihatkan? itu tuh yang warna putih yang ada di elevasi +270cm, selain itu juga tampilan minimalis terlihat dari penggunaan kusen yang tidak terlalu banyak lengkungan ini-itu, selain itu juga terlihat dari penggunaan Handrail pada bagian balkonnya.

Desain ini saya buat di salahsatu software buatan Autodesk Inc. yaitu menggunakan software Autodesk Revit Architecture 2011, anda bisa mendownloadnya di situs resminya Autodesk Inc. disana anda tinggal mendownloadnya, kira-kira ukuran filenya itu sekitar 4.00 GB + Material/componentnya sekitar 700 Mb. silahkan anda cari saja sendiri. hehe.

Nah, mau lihat ScreenShot saat proses pembuatan desain ini.
Ini dia kawan. . . tararam. . .pam. . .pam. . .



Seperti itulah kira-kira gambaran dari software tersebut.
Apabila anda telah memiliki software tersebut, tapi anda belum bisa mempergunakannya. Silahkan anda pelajari tutorialnya hanya di Blog saya ini.
Silahkan klik disini Tutorial Revit Full (Membuat Rumah 2 Lantai) anda akan mempelajari tentang pembuatan desain rumah seperti yang diatas mulai dari pengenalan Revit Architecture hingga proses mempresentasikannya menjadi sebuah file .jpg atau mempresentasikannya berbentuk video.
Silahkan dicoba, Semoga Bermanfaat.




Monday, March 26, 2012

Penggunaan UCS AutoCAD (UCS Origin, UCS 3 Points, Memutar UCS, Menyimpan UCS)

UCS adalah User Coordinat System atau sistem koordinat pengguna, dan membantu anda dalam mengatur titik origin (0,0,0) serta arah orientasinya.

Untuk mengatur dan menerapkan sistem koordinat dalam 3D digunakan perintah UCS. Titik pusat dari UCS adalah titik 0,0,0 mempunyai sifat tidak permanen, yang berarti dapat diletakkan dimana saja.




UCS Origin
Titik origin merupakan titik pusat koordinat ruang yang akan menentukan nilai koordinat sebuah titik. Dalam pembuatan objek 3D, pengguaan titik origin dapat membantu anda untuk menentukan nilai koordinat.

Untuk menentukan titik origin UCS lakukan langkah-langkah berikut ini :
  1. Buat objek box dengan ukuran bebas.
  2. Pada Ribbon pilih tab View panel Views klik menu drop-down 3D Navigations dan pilih ikon SW Isometric 
  3. Pada Ribbon pilih tab View panel Coordinates pilih Origin
  4. Perhatikan petunjuk perintah pada baris Command Line.

Specify origin of UCS or [Face/NAmed/OBject/Previous/View/World/X/Y/Z/ZAxis] 
<World>: _o

Specify new origin point <0,0,0>: Gunakan object snap endpoint dan tentukan titik UCS




UCS 3 Points
Selain titik origin, anda juga dapat menentukan titik orientasi UCS dengan menentukan 3 titik yang mewakili titik origin, sumbu X dan sumbu Y, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Buat objek box dengan ukuran bebas.
  2. Pada Ribbon pilih tab View panel Views klik menu drop-down 3D Navigations dan pilih ikon SW Isometric  
  3. Pada Ribbon pilih tab View panel Coordinates pilih 3 Point
  4. Perhatikan petunjuk perintah pada baris Command Line.

Specify origin of UCS or [Face/NAmed/OBject/Previous/View/World/X/Y/Z/ZAxis] 
<World>: 3 8 Ketik 3 untuk memilih opsi 3 point


Specify new origin point <0,0,0>: Gunakan object snap endpoint dan tentukan titik origin UCS

Specify point on positive portion of X-axis <127.7721,86.2475,0.0000>: Gunakan object snap endpoint dan tentukan arah sumbu X

Specify point on positive-Y portion of the UCS XY plane 
<9.0000,-10.0000,0.0000>: Gunakan object snap endpoint dan tentukan arah sumbu Y




Memutar UCS
Anda dapat memutar UCS pada salah satu sumbu koordinat ruang dengan menggunakan sumbu tersebut sebagai acuan perputaran.

Untuk memutar UCS pada sumbu koordinat, lakukan langkah-langkah berikut:
  1. Pada Ribbon pilih tab View panel Coordinates pilih X 
  2. Perhatikan petunjuk perintah pada baris Command Line.

Specify origin of UCS or [Face/NAmed/OBject/Previous/View/World/X/Y/Z/ZAxis] 
<World>: x 8  8 Ketik 3 untuk memilih opsi 3 point

Specify rotation angle about X axis <90>: 45 8 Tentukan sudut putar
    3.   Selanjutnya buat objek pada bidang UCS yang diputar.



Menyimpan UCS
AutoCAD menyediakan fasilitas yang digunakan untuk menyimpan UCS. Untuk menyimpan UCS anda dapat melakukannya dengan cara :
  1. Pada Ribbon tab View panel Coordinates pilih Named UCS
  2. Selanjutnya akan ditampilkan kotak dialog UCS seperti yang terlihat pada gambar dibawah.
  3. Aktifkan tab Named UCSs.
  4. Pada kotak daftar Current UCS pilih Unnamed.
  5. Tekan F2, ketikkan nama UCS lalu tekan Enter.
  6. Tekan OK untuk menutup kotak dialog.

Sebenarnya masih banyak lagi bentuk-bentuk UCS seperti : UCS View, UCS Object, UCS Face, UCS Z-Axis Vector dll.
Tapi saya tidak akan menjelaskannya satu per-satu, karena penggunaan UCS barusan pada dasarnya sama saja dengan penggunaan UCS pada postingan saya kali ini, karena masih ada keterkaitanya.
Semoga postingan ini bermanfaat.

Sumber referensi: Buku Jurus Ampuh Desain 3D AutoCAD 2012
Penulis : Nathanael
Penerbit : Asaque Publisher

Menggambar Objek Solid AutoCAD (Objek Box, Cone, Wedge, Torus, Cylinder, Helix)

AutoCad telah menyediakan pemodelan standar objek solid yang dapat anda pergunakan dengan bentuk-bentuk dasar, antara lain objek kotak, prisma, kerucut, bola, silinder, dan torus atau cincin serta objek helix.

Sebelum membuat desain 3D, anda dapat mengganti workspace atau area kerja dengan menampilka ribbon panel yang berhubungan dengan desain 3D, dengan cara berikut ini:

  1.  Arahkan kursor pada status bar dan klik ikon Workspace Switching.
  2.  Pada shortcut menu yang muncul pilih workspace 3D Modeling.
  3.  Selanjutnya area kerja anda akan berubah dengan menampilkan ribbon panel 3D.


Objek Box
Objek Box merupakan pemodelan 3D yang terbentuk dengan menentukan ukuran panjang, lebar dan tinggi serta terdiri dari dua objek dengan bentuk kubus atau balok.

Untuk memahami pembuatan objek box anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
  1.  Pada Ribbon pilih tab Home panel Modeling pilih Box 
  2.  Perhatikan petunjuk perintah pada baris Command Line.

Specify first corner or [center]: Klik pada area gambar untuk menentukan base point dari sudut objek box


Specify other corner or [cube/length]: L 8 Ketik L lalu tekan Enter


Specify length <10.00>: 10  Tentukan panjang objek box

Specify width <12.00>: 12 Tentukan lebar objek box


Specify height or [2Point] <10.00>: 10 Tentukan tinggi objek box


  3.  Pada Ribbon pilih tab View panel Views klik menu drop-down 3D Navigasi dan pilih ikon SW Isometric 
Beginilah kira-kira hasilnya :


Objek Cone
Objek Cone merupakan pemodelan 3D bentuk kerucut dengan menentukan bidang dasar dan tinggi objek serta terdiri dari kerucut dengan bidang dasar lingkaran atau ellips.

Untuk pembuatan objek cone anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut :
  1.  Pada Ribbon pilih tab Home penel Modeling pilih Cone 
  2.  Perhatikan petunjuk perintah pada baris Command Line.

Specify first center point of base or [3P/2P/Ttr/Elliptical]: Klik pada area gambar untuk menentukan titik pusat bidang dasar kerucut


Specify base radius or [Diameter]: 3 8 Tentukan radius lingkaran


Specify height or [2Point/Axis endpoint/Top radius] <15.00>: 10  Tentukan tinggi objek




Objek wedge
Objek Wedge merupakan pemodelan 3D berbentuk prisma yang terbentuk dengan menentukan ukuran panjang, lebar dan tinggi serta terdiri dari dua objek dengan bentuk prisma kubus atau prisma balok.

Untuk memahami pembuatan objek wedge anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
  1.  Pada Ribbon pilih tab Home panel Modeling pilih Wedge 
  2.  Perhatikan petunjuk perintah pada baris Command Line.

Specify first corner or [center]: Klik pada area gambar untuk menentukan base point dari sudut objek wedge


Specify other corner or [cube/length]: L 8 Ketik L lalu tekan enter


Specify length <10.00>:10  Tentukan panjang objek wedge


Specify width <12.00>:12  Tentukan lebar objek wedge

Specify height or [2Point]<10.00>:10  Tentukan tinggi  objek 




Objek Torus
Objek Torus merupakan pemodelan 3D yang mempunyai bentuk seperti cincin dengan menentukan diameter dari cincin dan diameter tabung.

Untuk pembuatan objek torus dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
  1.  Pada Ribbon pilih tab Home panel Modeling pilih Torus 
  2.  Perhatikan petunjuk perintah pada baris Command Line.

Specify center point or [3P/2P/Ttr]: Tentukan titik pusat torus


Specify radius or [Diameter]<5.00>: 10 8 Tentukan radius torus


Specify tube radius or [2Point/Diameter]: 2 Tentukan radius tube





Objek Cylinder
Objek Cylinder merupakan pemodelan 3D yang berbentuk silinder dengan menentukan bidang dasar lingkaran atau elips dan tinggi objek.

Untuk pembuatan objek cylinder dapat mengikuti langkah-langkah berikut :
  1.  Pada Ribbon pilih tab Home panel Modeling pilih Cylinder 
  2.  Perhatikan petunjuk perintah pada baris Command Line.

Specify center point of base or [3P/2P/Ttr]: Klik pada area gambar untuk menentukan titik pusat cylinder


Specify base radius or [Diameter]<5.00>: 10 8 Tentukan radius


Specify height or [2Point/Axis endpoint]<20.00>: 10 Tinggi objek





Objek Helix
Objek Helix merupakan pemodelan 3D berbentuk spiral yang mempunyai jumlah putaran tertentu. Ukuran radius bidang dasar ataupun atas harus >=0 dan tidak dapat berbentuk sudut lancip.

Untuk memahami pemodelan objek helix anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut :
  1.  Pada Ribbon pilih tab Home panel Draw pilih Helix 
  2.  Perhatikan petunjuk perintah pada baris Command Line.

Specify center point of base: Klik pada area gambar untuk menentukan titik pusat bidang dasar helix


Specify base radius or [Diameter]<8.00>: 5 8 Tentukan radius bidang bawah


Specify top radius or [Diameter]<8.00>: 5 Tentukan radius bidang atas 


Specify helix height or [Axis endpoint/Turns/turn Height/twist]<10.00>: 5 Tentukan tinggi spiral




Nah, mungkin itulah sebagian perintah dari pembuatan objek solid, kenapa saya sebut sebagian? karena masih banyak perintah-perintah lainnya dalam pemodelan objek solid seperti: Objek Sphare, Objek Pyramid dll.
Namun saya tidak akan membahasnya, karena dalam pembuatannya langkah-langkahnya hampir sama.
Silahkan anda coba saja sendiri untuk mempelajarinya lebih jauh lagi.
Sekian untuk postingan kali ini. Semoga bermanfaat. . .

Sumber referensi: Buku Jurus Ampuh Desain 3D AutoCAD 2012
Penulis : Nathanael
Penerbit : Asaque Publisher


Koordinat 3D Dan Viewport (AutoCAD)

Untuk memahami koordinat ruang digunakan ilustrasi tangan kanan yang dapat menunjukkan arah sumbu x positif pada ibu jari, sumbu y positif pada jari telunjuk dan sumbu z positif pada jari tengah.

Untuk arah perputaran sumbu digunakan ilustrasi tangan kanan yang terkepal dimana ibu jari akan menunjukkan arah sumbu dan jari lainnya menunjukkan perputaran sumbu, pergerakan ke depan akan menunjukkan arah perputaran positif, dan sebaliknya pergerakan ke belakang menunjukkan arah negatif.
Ilustrasi Koordinat 3D
Cara penulisan pada koordinat ruang adalah @X,Y,Z dimana tanda @ akan memberitahukan AutoCAD bahwa jarak yang anda tetapkan adalah relatif terhadap titik terakhir yang anda pilih.

Selain sistem koordinat ruang, hal lain yang harus anda pahami adalah penggunaan viewport gambar, dalam keadaan default layar gamabra terdiri dari satu layar atau single viewport.

Anda dapat mengatur jumlah viewport yang mempunyai fungsi untuk melihat gambar dari sudut pandang tertentu sehingga anda dapat mengamati objek secara lebih detail.

Untuk melihat objek dari berbagai macam sudut pandang anda harus membagi layar viewport menjadi beberapa bagian yang dapat diterapkan untuk digunakan pada pembuatan objek 3D.

Untuk melakukan pembagian viewport menjadi beberapa bagian ikuti beberapa langkah berikut:
  1. Pada Ribbon pilih tab View panel Viewports pilih Named Viewport 
  2. Pada kotak dialog Viewports pilih tab New Viewports
    Kotak Dialog Viewports
  3. Pada kotak daftar Standard Viewports pilih Four : Equal untuk membagi layar menjadi empat buah viewport dengan ukuran yang sama.
  4. Beri nama pada kotak masukan New name.
  5. Pada menu pop-up Setup tentukan 3D.
  6. Pada menu pop-up Apply tentukan Display.
  7. Pada kelompok Preview klik kotak viewport kiri atas. Tentukan Change view to : *Top* dan Visual Style : Hidden.
  8. klik kotak viewport sebelah kanan atas. Tentukan Change view to : *Front* dan Visual Style : Hidden.
  9. klik kotak viewport sebelah kiri bawah. Tentukan Change view to : *Left* dan Visual Style : Hidden.
  10. klik kotak viewport sebelah kanan bawah. Tentukan Change view to : SW Isometric dan Visual Style : Hidden
  11. Klik OK untuk menutup kotak dialog. 
    Pengaturan Viewports
Sumber referensi: Buku Jurus Ampuh Desain 3D AutoCAD 2012
Penulis : Nathanael
Penerbit : Asaque Publisher


Sunday, February 12, 2012

Tahap Pekerjaan Pembuatan Bangunan

Tahap pekerjaan pembuatan bangunan adalah:
1. Tahap Studi pendahuluan (Reconaissance Study)
Studi pendahuluan adalah suatu kegiatan peninjauan keadaan daerah (lokasi) dimana bangunan itu akan didirikan.
Tujuan tahan ini adalah untuk mengumpulkan data tentan luas lokasi, keadaan tanah/lingkungan, transportasi, sumber air/listrik, kependudukan serta data lainnya yang diperlukan yang ada kaitannya dengan kegunaan bangunan yang direncanakan. Data kemudian di analisa, bila ternyata hasilnya mendukung keberadaanya bangunan tersebut pada saat pembuatan terutama saat operasional maka data ini dijadikan sebagai bahan kajian untuk kegiatan pembangunan.


2.Tahap Studi Kelayakan (Feasibillity Study)
Pada tahap ini dilakukan suatu studi penelaahan terhadap semua data hasil tahap studi pendahuluan tentang keutungan ekonomis dan keutungan sosial, untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang keutungan ekonomis dan sosial, pada tahap ini akan disinggung masalah yang menyangkut aspek struktur dan arsitektur bangunan tersebut.
Hasil tahapan studi kelayakan menjadi dasar dalam penetapan atau penolakan realisasi suatu proyek.
Tahap studi pendahuluan dan tahap studi kelayakan dalam hal-hal tertentu digabung menjadi satu tahap kegiatan yang disebut Tahap proliminari  atau Tahap Persiapan (Permulaan).

3. Tahap Perencanaan (Design)
Tahap perencanaan merupakan tindak lanjut dari penetapan suatu proyek berdasarkan hasil studi kelayakan.
Dalam tahap ini dilakukan perencanaan (design), yang meliputi berbagai hal mulai dari anggaran biaya sampai penyediaan dokumen untuk keperluan pelelangan dan kontrak.



4. Tahap Pembangunan Fisik (Actual Construction)
Tahap pembangunan fisik adalah tahapan yang bertujuan untuk mewujudkan fisik bangunan dilapangan sesuai dengan hasil tahapan perencanaan untuk sampai pada tahap ini biasanya harus melalui suatu proses pelelangan atau proses penunjukkan.






4. Tahap Eksploitasi dan Pemeliharaan/Perbaikan
Tahap ini sebenarnya tidak lagi merupakan kegiatan pembuatan suatu bangunan/proyek, tapi merupakan kelanjutan dari tahap-tahap sebelumnya.
Tahap Eksploitasi dan pemeliharaan dimulai setelah bangunan terealisasi dan berfungsi sampai batas umur bangunan tersebut.
Dalam tahap ini bangunan tersebut akan dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dipelihara/diperbaiki sesuai fungsi dan keperluannya, dan dimanfaatkan sesuai tujuan pembangunan.