Download : File Resources (27 mb - password: www.arsitektur-ku.blogspot.com)
Friday, January 10, 2014
Full Tutorial Modeling 3Ds Max & Rendering Vray "Compact House"
Sunday, January 5, 2014
Tiga K (Konfigurasi, Koneksi, Kualitas Konstruksi) Rumah Aman Gempa
- Bangun dengan bentuk yang umum seperti persegi, persegi panjang yang pendek atau lingkaran.
- Hindari setruktur yang panjang dan sempit dimana panjangnya tiga kali lebarnya.
- Gunakan dinding melintang atau sokongan untuk dinding yang lebih dari 4m.
- Jangan gunakan bata untuk tombak layar, gunakan kayu atau bahan ringan lainnya.
- Gunakan bukaan kecil, atau gunakan balok latai diatas kolom teras terkoneksikan satu sama lain.
- Bangunan satu lantai lebih aman daripada bangunan dua lantai.
- Ikuti aturan pembesian dan pengangkeran dalam pengkoneksian kolom dan balok bersama-sama, terutama kolom bagian atas dengan ring balok.
- Gunakan penulangan besi dalam mengkoneksikan dinding bata dengan kolom
- Gunakan bahan berkualitas bagus.
- Gunakan campuran yang tepat untuk beton, dan tidak terlalu banyak air.
- Pastikan untuk merendam bata sebelum memasang dinding, hal ini akan benar-benar meningkatkan kekuatan rumah anda.
Rumah Jenis Apa Yang Sebaiknya Saya Bangun–Kayu atau Bata?
Rumah kayu: Untuk rumah satu lantai dengan kondisi tanah yang labil dan jika terletak di daerah pegunungan dan perbukitan, tipe rumah yang cocok adalah rumah kayu atau semi permanen.
Ingatlah bahwa rumah kayu lebih aman daripada rumah ikatan bata atau beton bertulang yang dibangun dengan buruk. Jika Anda tidak mampu membeli lebih banyak besi, atau Anda tidak yakin tukang Anda merendam bata sebelum memasangnya, pastikan keselamatan keluarga Anda dengan membangun rumah kayu.
Langkah awal dalam membangun rumah berangka kayu yang kokoh adalah dengan memilih kayu yang berkualitas bagus. Pilihlah kayu yang tidak memiliki mata kayu, retakan dan kayu tersebut harus lurus dan tidak melengkung atau berliku-liku. Kemudian, buatlah sambungan yang pas serta kuat pada setiap koneksi. Gunakan jenis sambungan berikut ini untuk koneksi rangka kayu.
Bagian dasar rumah perlu lebih kuat daripada bagian dinding lainnya. Bangunlah dinding bata untuk bagian bawah setinggi 80cm.
Gunakan bata, batako atau batu untuk membangun dinding bata bagian bawah. Perkuat dinding bata bagian bawah ke kolam kayu dengan paku.
Anda bisa menggunakan papan anyaman bambu yang di plester atau kawat pagar untuk dinding.
Apapun material dinding yang Anda gunakan, pastikan bahwa Anda telah mengikatnya secara kuat ke rangka kayu.
Rumah Ikatan Bata: Rumah ikatan pasangan bata dapat juga menjadi rumah tahan gempa. Tetapi jika Anda tidak mengikuti standar rumah tahan gempa, maka rumah tersebut juga akan hancur ketika gempa.
Penggambaran Dinding @Tutorial ArchiCAD
Pada dasarnya prinsip penggambaran dinding pada lantai 2 tidak mempunyai perbedaan dengan penggambaran dinding pada lantai 1. Untuk penggambarannya ikuti langkah-langkah berikut ini.
1. Kembali ke jendela floor plan.
2. Klik Design > Story Settings.
3. Kotak dialog story settings akan muncul. Awali dengan mengubah nama ground floor menjadi “Lantai 1”. Kemudian klik pada bagian insert above, ketikkan nama “Lantai 2”, dan lakukan pengaturan parameter seperti berikut.
4. Akhiri pengaturan dengan klik OK.
5. Setelah pengaturan selesai, kita akan disuguhi lembar kerja yang baru. Untuk memastikan kita telah berada pada floor plan yang akan kita gunakan untuk penggambaran lantai 2, perhatikan bagian pojok kiri atas, disana akan tertulis “Lantai 2”, sesuai dengan nama yang kita berikan pada pengaturan story settings.
6. Pada lembar kerja floor plan lantai 2 akan terlihat gambar denah lantai 1 dengan bentuk yang samar. Hal ini berguna sebagai acuan pada saat kita akan bekerja pada lantai 2.
Jika gambaran keberadaan lantai 1 tidak terlihat, klik icon trace untuk memperjelas tampilan klik Window > Palettes > Trace & Reference.
Kemudian sesuaikan reference intensity sesuai dengan keinginan kita.
7. Gambarkan dinding pada lantai 2, sesuai dengan denah yang telah kita rencanakan sebelumnya. Aktifkan icon wall tool pada panel tool box. Setelah itu, klik bagian settings dialog
pada bagian info box. Kemudian atur parameter-parameter yang diperlukan dalam kotak dialog wall default settings yang muncul seperti ditunjukkan gambar berikut ini. Akhiri pengaturan dengan klik OK.
8. Gambarkan lantai 2 sesuai denah yang telah kita rencanakan. Pergunakan jenis dinding chained atau single
untuk penggambaran dindingnya.
9. Lihat hasil penggambaran dalam bentuk 2D dan 3D.
(hasil penggambaran dalam bentuk 2D)
(Hasil penggambaran dalam bentuk 3D)
Penggambaran Tangga @Tutorial ArchiCAD
Langkah-langkah penggambaran tangga adalah sebagai berikut:
1. Kembali ke jendela floor plan.
2. Klik icon stair pada panel tool box, disusul dengan klik pada object settings dialog
.
3. Pilih tangga dengan nama Stair U-Shape 15.
4. Atur parameter yang akan kita gunakan seperti ditunjukkan pada gambar berikut. Jika sudah selesai klik OK.
5. Untuk memasukkan tangga pada jendela floor plan, kita tinggal melakukan klik pada lembar kerja floor plan. Untuk menempatkan tangga pada posisi yang lebih tepat, kita menggeser posisi tangga menggunakan opsi drag, rotate atau mirror, bergantung pada kebutuhan kita.
6. Lihat penggambaran dalam 2D dan 3D, untuk 3D gunakan perintah orbit (Shift+Tahan klik kiri).
(hasil penggambaran dalam bentuk 2D)
(hasil penggambaran dalam bentuk 3D)
Saturday, January 4, 2014
Penggambaran Konstruksi Jendela Lantai 1 @Tutorial ArchiCAD
Penggambaran jendela akan dilakukan sesuai dengan denah perletakkan jendela berikut ini.
Langkah-langkah penggambarannya adalah sebagai berikut:
1. Pastikan sudah kembali ke halaman floor plan.
2. Aktifkan icon window tool pada panel tool box. Kemudian klik icon window settings dialog
pada panel info box.
3. Pada bagian folder view, pilih Linked Libraries > ArchiCAD Library 15 > Windows 15 > Wood Plastic Windows 15 > Basic Windows 15. Setelah itu pilih gambar jendela W1 15. Kemudian atur parameter seperti gambar berikut ini. Perhatikan anchor point, jangan lupa untuk memilih anchor point untuk penempatan pada sudut dinding.
4. Selanjutnya klik basic window settings. Kemudian klik tanda panah ganda (>>) sampai anda menemukan sash option. Pilih H-V Grid, dengan jumlah panes number seperti pada gambar dibawah ini.
5. Untuk penggambaran jendela 1, awali dengan menonaktifkan grid snap. Kemudian geser kursor ke sudut dinding, lalu ikuti petunjuk klik mouse untuk peletakkan jendela dibawah ini.
6. Untuk jendela 2 kita masih menggunakan parameter yang sama. Bedanya, untuk jendela 2, kita memilih anchor point untuk perletakkan jendela di tengah . Ikuti petunjuk gambar berikut ini untuk penggambaran jendela 2.
Khusus untuk jendela 2, disaat kita merasa peletakkan jendela kurang tepat, kita bisa melakukan pergeseran posisi di jendela floor plan dengan opsi drag yang telah kita bahas sebelumnya.
7. Lihat hasil penggambaran dalam bentuk 2D dan 3D. Agar hasil penggambaran dalam bentuk 3D terlihat lebih jelas, gunakan opsi orbit.
(hasil penggambaran dalam bentuk 2D)
(hasil penggamabaran dalam bentuk 3D)
Penggambaran Pintu 3 @Tutorial ArchiCAD
Ikuti lagkah-langkah penggambaran berikut ini:
1. Aktifkan icon door tool pada panel tool box.
2. Klik icon tool settings dialog pada panel info box untuk mengatur parameter yang akan digunakan.
3. Pada panel folder preview, klik Linked Libraries > ArchiCAD Library 15 > ArchiCAD Library 15 > Doors 15 > Wood-Plastic Doors 15 > Wood Internal Doors 15. Untuk pintu 3 kita menggunakan jenis pintu D1 15.
4. Atur parameter pintu seperti gambar dibawah ini. Untuk engsel pintu gunakan engsel pintu dengan style 7.
5. Untuk penggambaran ikuti petunjuk gambar berikut ini.
6. Lihat hasil penggambaran dalam bentuk 2D dan 3D.
(hasil penggambaran pintu 3 dalam 2D)
(hasil penggambaran pintu 3 dalam 3D)
Penggambaran Pintu 2 @Tutorial ArchiCAD
Ikuti lagkah-langkah penggambaran berikut ini:
1. Aktifkan icon door tool pada panel tool box.
2. Klik icon tool settings dialog pada panel info box untuk mengatur parameter perlu digunakan pintu yang akan digunakan.
3. Pada panel folder preview, klik Linked Libraries > ArchiCAD Library 15 > ArchiCAD Library 15 > Doors 15 > Wood-Plastic Doors 15 > Wood Internal Doors 15. Untuk pintu 2 kita menggunakan jenis pintu D1 Transom 15.
4. Atur parameter pintu dengan tinggi 2,40 meter, dan lebar 0,90 meter. Selanjutnya klik tanda panah pada bagian Parameters. Tekan kembali tanda panah pada bagian door frame. Ketikkan angka 0,15 pada bagian frame thickness. Hal ini harus dilakukan untuk mendapatkan posisi pintu dan dinding yang proporsional, karena sejak awal kita menggunakan dinding dengan ketebalan 0,15. Agar lebih jelas perhatikan gambar dibawah ini.
5. Untuk memilih corak daun pintu dan engsel. Klik tanda panah pada bagian internal door settings. Setelah tampilan internal door settings terbuka, kli tanda panah ganda yang berada di kanan atas. Setiap kali kita menekan tanda panah, parameter-parameter yang berbeda akan muncul.
Tekan kotak yang berada dibawah tanda panah ganda, setelah kita membuka bagian door panel, untuk memilih jenis engsel yang akan kita gunakan. Perhatikan petunjuk pada gambar berikut.
6. Untuk penggambaran pintu awali dengan menonaktifkan grid snap (alt+s). Kemudian geser kursor ke sudut dinding, hingga berubah menjadi tanda centang. Ikuti petunjuk pada gambar berikut ini.
7. Lihat hasil penggambaran dalam bentuk 2D dan 3D.
(hasil penggambaran pintu 2 dalam 2D)
(hasil penggambaran pintu 2 dalam 3D)





