![]() |
| Tutorial Membuat Efek Hujan dengan Photoshop |
dan untuk lebih jelasnya mengenai tutorial ini bisa di lihat dibawah ini.
untuk mendownload, silahkan klik link yang sudah saya sediakan dibagian bawahnya.
terima kasih.
semoga bermanfaat.
![]() |
| Tutorial Membuat Efek Hujan dengan Photoshop |
![]() |
| Vanna Venturi House - Chestnut Hill Philadelphia - USA |
![]() |
| Han Awal (images source: intisari-online.com) |
![]() |
| Gedung MPR dan DPR-RI |
![]() |
| Universitas Katolik Atma Jaya |
![]() |
| Shigeru Ban |
![]() |
| Dunia Arsitektur |
![]() |
| Unsur Luar Rumah Sehat |
![]() |
| Iklim |
![]() |
| Temperatur |
![]() |
| Kondisi Tanah |
![]() |
| Kelembaban |
![]() |
| Padatnya penduduk dan semakin banyaknya hunian menimbulkan kemacetan |
Rumah atau hunian adalah tempat dimana seseorang tinggal beserta keluarganya, memiliki hubungan sosial dengan masyarakat sekitarnya, dan melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka mempersiapkan diri untuk aktivitas diluar rumah.
Penghawaan adalah aliran udara didalam rumah, yaitu proses pertukaran udara kotor dan udara bersihmemiliki penghawaan alami yang memadai akan menunjang kesehatan penghuninya dari segi pernapasan. Penghawaan alami juga menghalau udara lembab yang dapat merusak perabot.
Download : File Resources (27 mb - password: www.arsitektur-ku.blogspot.com)
Rumah kayu: Untuk rumah satu lantai dengan kondisi tanah yang labil dan jika terletak di daerah pegunungan dan perbukitan, tipe rumah yang cocok adalah rumah kayu atau semi permanen.
Ingatlah bahwa rumah kayu lebih aman daripada rumah ikatan bata atau beton bertulang yang dibangun dengan buruk. Jika Anda tidak mampu membeli lebih banyak besi, atau Anda tidak yakin tukang Anda merendam bata sebelum memasangnya, pastikan keselamatan keluarga Anda dengan membangun rumah kayu.
Langkah awal dalam membangun rumah berangka kayu yang kokoh adalah dengan memilih kayu yang berkualitas bagus. Pilihlah kayu yang tidak memiliki mata kayu, retakan dan kayu tersebut harus lurus dan tidak melengkung atau berliku-liku. Kemudian, buatlah sambungan yang pas serta kuat pada setiap koneksi. Gunakan jenis sambungan berikut ini untuk koneksi rangka kayu.
Bagian dasar rumah perlu lebih kuat daripada bagian dinding lainnya. Bangunlah dinding bata untuk bagian bawah setinggi 80cm.
Gunakan bata, batako atau batu untuk membangun dinding bata bagian bawah. Perkuat dinding bata bagian bawah ke kolam kayu dengan paku.
Anda bisa menggunakan papan anyaman bambu yang di plester atau kawat pagar untuk dinding.
Apapun material dinding yang Anda gunakan, pastikan bahwa Anda telah mengikatnya secara kuat ke rangka kayu.
Rumah Ikatan Bata: Rumah ikatan pasangan bata dapat juga menjadi rumah tahan gempa. Tetapi jika Anda tidak mengikuti standar rumah tahan gempa, maka rumah tersebut juga akan hancur ketika gempa.
Pada dasarnya prinsip penggambaran dinding pada lantai 2 tidak mempunyai perbedaan dengan penggambaran dinding pada lantai 1. Untuk penggambarannya ikuti langkah-langkah berikut ini.
1. Kembali ke jendela floor plan.
2. Klik Design > Story Settings.
3. Kotak dialog story settings akan muncul. Awali dengan mengubah nama ground floor menjadi “Lantai 1”. Kemudian klik pada bagian insert above, ketikkan nama “Lantai 2”, dan lakukan pengaturan parameter seperti berikut.
4. Akhiri pengaturan dengan klik OK.
5. Setelah pengaturan selesai, kita akan disuguhi lembar kerja yang baru. Untuk memastikan kita telah berada pada floor plan yang akan kita gunakan untuk penggambaran lantai 2, perhatikan bagian pojok kiri atas, disana akan tertulis “Lantai 2”, sesuai dengan nama yang kita berikan pada pengaturan story settings.
6. Pada lembar kerja floor plan lantai 2 akan terlihat gambar denah lantai 1 dengan bentuk yang samar. Hal ini berguna sebagai acuan pada saat kita akan bekerja pada lantai 2.
Jika gambaran keberadaan lantai 1 tidak terlihat, klik icon trace untuk memperjelas tampilan klik Window > Palettes > Trace & Reference.
Kemudian sesuaikan reference intensity sesuai dengan keinginan kita.
7. Gambarkan dinding pada lantai 2, sesuai dengan denah yang telah kita rencanakan sebelumnya. Aktifkan icon wall tool pada panel tool box. Setelah itu, klik bagian settings dialog
pada bagian info box. Kemudian atur parameter-parameter yang diperlukan dalam kotak dialog wall default settings yang muncul seperti ditunjukkan gambar berikut ini. Akhiri pengaturan dengan klik OK.
8. Gambarkan lantai 2 sesuai denah yang telah kita rencanakan. Pergunakan jenis dinding chained atau single
untuk penggambaran dindingnya.
9. Lihat hasil penggambaran dalam bentuk 2D dan 3D.
(hasil penggambaran dalam bentuk 2D)
(Hasil penggambaran dalam bentuk 3D)
Langkah-langkah penggambaran tangga adalah sebagai berikut:
1. Kembali ke jendela floor plan.
2. Klik icon stair pada panel tool box, disusul dengan klik pada object settings dialog
.
3. Pilih tangga dengan nama Stair U-Shape 15.
4. Atur parameter yang akan kita gunakan seperti ditunjukkan pada gambar berikut. Jika sudah selesai klik OK.
5. Untuk memasukkan tangga pada jendela floor plan, kita tinggal melakukan klik pada lembar kerja floor plan. Untuk menempatkan tangga pada posisi yang lebih tepat, kita menggeser posisi tangga menggunakan opsi drag, rotate atau mirror, bergantung pada kebutuhan kita.
6. Lihat penggambaran dalam 2D dan 3D, untuk 3D gunakan perintah orbit (Shift+Tahan klik kiri).
(hasil penggambaran dalam bentuk 2D)
(hasil penggambaran dalam bentuk 3D)