![]() |
Unsur Luar Rumah Sehat |
Selain syarat-syarat unsur rumah sehat yang terpenuhi, kita perlu memperhatikan unsur-unsur eksternal untuk kesehatan hunian, yaitu faktor yang didapat dari iklim dan pengaruh lingkungan. Hal ini karena kita hidup di daerah tropis, dan lingkungan kota juga sangat berpengaruh terhadap hunian.
A. IKLIM
![]() |
Iklim |
Iklim di Indonesia adalah iklim hutan hujan tropis, karena Indonesia berada didaerah tropis yang memiliki karakter iklim yang khusus. Artinya kita hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Kedua musim yang berlangsung di negara kita ini memiliki pengaruh yang cukup besar bagi desain rumah, antara lain bentuk bangunan yang harus dapat mengatasi kedua iklim tersebut. Untuk mengatasi musim kemarau yang panas, atap rumah harus didesain untuk memayungi rumah dari sinar matahari yang menyengat. Sedangkan untuk musim penghujan, atap harus memiliki desain guna menghindari tampias hujan, baik itu bocor atau ketika atap mengalami rembesan akibat air hujan.
![]() |
Temperatur |
Temperatur atau suhu adalah tingkat panas suatu benda, dalam hal ini adalah tingkat panas udara. Terperatur dapat memengaruhi kenyamanan kita, bahkan dapat memengaruhi metabolisme dalam tubuh kita, sehingga bila suhu udara terlalu tinggi, kita merasa kepanasan dan tidak nyaman. Terperatur udara di Indonesia relatif stabil dan tidak memiliki perbedaan suhu yang tinggi antara kedua musim hujan dan kemarau.
Demikian pula perbedaan suhu antara siang dan malam tidak terlalu besar. Namun demikian, pada siang hari bisa menjadi sangat panas pada musim panas. Suhu udara normal dapat mencapai 38 Celcius pada siang hari dan bisa juga turun sampai 26 Celcius, Bervariasi tergantung cuaca dan iklim di daerah tersebut. Dampaknya, rumah dapat terasa panas sekali dan gerah bila penghawaan alami kurang baik, sehingga kita perlu mamperhatikan seberapa banyak ventilasi dan jendela untuk setiap ruangan. Sebaiknya, jumlah bukaan ini cukup sirkulasi udara yang baik.
![]() |
Padatnya penduduk dan semakin banyaknya hunian menimbulkan kemacetan |
Kota-kota di Indonesia memiliki ciri-ciri yang kurang lebih dimiliki oleh kota-kota besar lain di penjuru dunia, yaitu teknologi berkembang pesat, bangunan-bangunan bertambah banyak dan semakin sempitnya lahan-lahan untuk hunian di perkotaan. Kota-kota selain menjadi tempat untuk bekerja juga menawarkan berbagai fasilitas yang lengkap mendukung berbagai aktifitas yang kita inginkan yang berkaitan dengan gaya hidup 'life style'. Misalnya lebih banyak restoran dan pusat perbelanjaan. Karena itu, banyak orang lebih memilih dan suka tinggal di kota daripada di desa.
Menariknya kota-kota di Indonesia juga memerlukan perhatian khusus dalam desain rumahnya karena fasilitas-fasilitas didalam kota seperti area hijau banyak yang kurang diperhatikan, permasalahan lingkungan serta tingkat kriminalitas yang tinggi terkadang menyebabkan rumah sebaiknya didesain secara khusus. Di perkotaan, lahan-lahan untuk perumahan semakin sempit, sementara itu manusia semakin banyak. Lahan yang sempit mengharuskan kita membuat desain rumah yang penuh dengan ruang-ruang, sehingga perancangan harus memperhatikan beberapa fator yang cukup penting, yaitu penghawaan, pencahayaan, hubungan dengan alam, serta perlindungan terhadap polusi dan tidak adanya privasi.
Masalah-masalh yang serig timbul karena kepadatan rumah-rumah di daerah urban atau perkotaan adalah letak rumah-rumah yang berdempetan, ruang-ruang yang banyak dan tersekat-sekat. Hal ini dapat menyebabkan pencahayaan alami dari sinar matahari terkadang tidak masuk ke dalam ruang-ruang dengan baik. Pencahayaan alami diperlukan untuk menghemat pemakaian listrik untuk penerangan pada pagi, siang dan sore hari. Sinar matahari juga diperlukan untuk kesehatan jiwa manusia dengan memberikan dampak perasaan riang pada pagi hari. Jika pada pagi hari kita mendapatkan atau melihat sinar matahari yang cukup terang, kita akan merasa lebih segar dan gembira.
Karena kota banyak dipenuhi bangunan, apabila kita menyisihkan sebagian lahan dalam rumah untuk penghijauan dan taman, akan memberikan manfaat yang baik bagi tubuh dan jiwa kita untuk tetap berhubungan dengan alam. Alangkah sengangnya bila setiap hari kita merasa nyaman karena dikelilingi tumbuh-tumbuhan yang asri di sekitar rumah kita.
dampak lain dari lingkunag kota yang padat adalah polusi udara. Polusi udara yang berlebihan di kota-kota besar memiliki akibat pada tubuh kita, dan debu dapat masuk ke ruang-ruang dalam rumah bila bukaan ventilasi atau jendela terhadap area berpolusi cukup besar (misalnya bila meletakkan bukaan ventilasi besar ke jalanan yang penuh polusi, debu-debu dapat masuk semakin banyak). Bila seharian berada ditempat kerja yang dipenuhi polusi udara, tubuh kita bisa terpengaruh dan berbagai penyakit dapat muncul. Kota besar juga terkadang tidak menyediakan privasi yang kita butuhkan untuk menikmati sebagian hari tanpa hiruk-pikuk keramaian, tanpa pemandangan kendaraan berlalu-lalang dan kesibukan kota yang tidak ada henti-hentinya dan membuat tekanan. Rumah dapat didesain untuk menyediakan penghawaan yang sehat sekaligus menyajikan 'oase' yang sehat untuk beristirahat.
Sementara itu, kota-kota terus mengembangkan bangunan-bangunan sehingga menjadi hutan beton. Sayangnya, adaptasi terhadap iklim setempat seringkali diabaikan dan akibatnya, seringkali digunakan pengatur dan pendingin udara yang banyak memerlukan energi listrik. Karena itu, sebaiknya dimulai dari desain hunian, kita menggunakan berbagai cara, sebagai contoh meninggikan plafon, membuat ruang antara atap dan plafon, dan sebagainya.
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.